Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

Sahabat Karib

Gambar
  Sahabat Karib/Penti Oleh: Sriyatni   Karni cepat-cepat ke rumah sakit. Dia mendapat kabar sahabatnya akan melahirkan. Maklumlah Karni dan Fitri bersahabat sejak SMP. Mereka selalu bersama setiap ada acara. Ini karena mereka berdua memiliki kesamaan. Mereka yatim piatu sejak masih di bangku sekolah dasar. Karni dan Fitri sama-sama ikut neneknya. Rumah Karni berjarak 10 km dari rumah Fitri. Karni sering ke rumah Fitri, namun Fitri belum pernah ke rumah Karni. Fitri selalu bercerita bahwa suaminya pergi berdagang ke luar pulau. Dia hanya datang sekali dalam sebulan. Karni belum pernah sekali pun melihat wajah suami Sari. Karni berjanji jika Fitri melahirkan dia akan menunggui di rumah sakit. Sebab, Fitri berpesan kalau suaminya tidak bisa pulang karena masih mengurus barang-barang dagangannya. Karni pergi ke apotek untuk mengambil obat yang diresepkan dokter untuk Fitri. Sudah tiga hari Fitri berada di rumah sakit. Hari ini dia sudah diizinkan pulang. Namun, bayinya b...

Belanja Di Pasar/Penti

Gambar
  Belanja Di Pasar/Penti Oleh: Sriyatni   Sari dengan sigap memarkir motornya di pasar. Petugas parkir sibuk mengurus ibu-ibu penjual sayur, yang minta diangkatkan barang-barang dagangannya ke atas motor. Wah! Cepatlah nanti keburu terlambat, teriak penjual sayur. Sari tak luput dari perintah penjual sayur, untuk membantu menaikan dagangannya. Dia terburu-buru, karena kalau sedikit saja kesiangan maka pelanggannya sudah pergi. Barang bawaannya banyak sekali. Keranjang bambu di jok belakang motor penuh, sampai-sampai ia hampir tidak kebagian tempat duduk. Belum lagi setir motornya juga penuh dengan makanan ringan dangangannya. Motor yang penuh di parkiran membuat Sari kesulitan keluar. Ditambah banyaknya keranjang bambu, penuh dengan barang dagangan penjual sayur yang berjajar di barisan terdepan. Sari masuk ke pasar untuk berbelanja. Sari heran kenapa banyak orang yang memandanginya dengan wajah penuh tanya. Ah! Mungkin perasaanku saja, pikir Sari dalam hati.   Di...

Dipatok Ayam

Gambar
 Sarju beberapa hari ini tidak pergi ke sawah. Entahlah dia hanya berdiam diri di rumah. Tidak juga berjamaah di masjid, saat Maghrib, Isya, dan Subuh. Pak Rondi temannya datang ke rumahnya. Dia ingin melihat kawan karibnya menghisap cerutu seusai bekerja di sawah. Mereka pasti duduk-duduk di dam sambil bercerita tentang banyak hal hingga petang.  "Kang, kenapa tidak ke sawah, sedang sakit ya?" tanya Pak Rondi sambil duduk berhadapan  di bangku kayu.  "Tidak Kang, ya ingin istirahat saja capek kang kerja terus." jawab Pak Sarju sambil menghisap cerutu klobot dalam-dalam dan menghembuskannya. Keduanya lalu hanyut dalam cerita "ngalor ngidul" seperti biasanya. Hilang rindunya dengan sahabatnya Pak Rondi pamit pulang. Sementara Pak Sarju tetap di tempatnya sambil tersenyum.  Pagi itu Pak Sarju ke belakang rumahnya. Dia bermaksud memberi makan sapi-sapinya. Ada lima sapi di kandangnya. Memang Pak Sarju termasuk petani yang mapan hidupnya. Selain sapi banyak ju...