GURU PERTAMA
Guru Pertama Oleh: Sriyatni Sekolah bukan lagi tempat menuntut ilmu. Ruang-ruang kosong berbulan-bulan itu kini banyak yang usang. Tak ada tawa canda dan suara riuh anak-anak menjawab pertanyaan guru. Kutatap halaman tempat anak-anak berkejaran, memburu pentol goreng Lek Wan kala bel istirahat berbunyi semua sunyi. Anak-anak harus berada di rumah masing-masing. Kembali ke guru pertama mereka yaitu orang tua. Namun, apakah mereka belajar dengan baik? Nyatanya tidak, mereka hanya bermain gadget di warung-warung kopi yang menyediakan Wi-Fi. Banyak keluhan orang tua yang harus menyelesaikan tugas anak-anaknya, ketika diminta mengumpulkan oleh gurunya. Apakah anak-anak ini takut tidak naik kelas atau tidak lulus? Jawabannya juga tidak. Mereka tidak peduli, mereka asyik dengan dunianya. Tak heran jika banyak orang tua yang bertengkar dengan anaknya karena harus kembali menjadi guru. ...