Belanja Di Pasar/Penti
Belanja Di Pasar/Penti
Oleh: Sriyatni
Sari dengan sigap memarkir motornya di pasar. Petugas parkir sibuk
mengurus ibu-ibu penjual sayur, yang minta diangkatkan barang-barang
dagangannya ke atas motor. Wah! Cepatlah nanti keburu terlambat, teriak penjual
sayur. Sari tak luput dari perintah penjual sayur, untuk membantu menaikan
dagangannya. Dia terburu-buru, karena kalau sedikit saja kesiangan maka
pelanggannya sudah pergi. Barang bawaannya banyak sekali. Keranjang bambu di
jok belakang motor penuh, sampai-sampai ia hampir tidak kebagian tempat duduk.
Belum lagi setir motornya juga penuh dengan makanan ringan dangangannya.
Motor yang penuh di parkiran membuat Sari kesulitan keluar. Ditambah
banyaknya keranjang bambu, penuh dengan barang dagangan penjual sayur yang
berjajar di barisan terdepan. Sari masuk ke pasar untuk berbelanja. Sari heran
kenapa banyak orang yang memandanginya dengan wajah penuh tanya. Ah! Mungkin
perasaanku saja, pikir Sari dalam hati. Dia
melanjutkan berbelanja.
Sampai akhirnya Lisa sahabatnya menepuk punggungnya. Plakk, dia menarik
rok warna merah hati yang dipakai Sari. Lisa membisikkan sesuatu ke telinga
Sari. Wajah Sari seketika pucat. Dia sangat malu. Ternyata saat di parkiran
tadi tak terasa, roknya tersangkut
motor, hingga sobek sampai ke atas. Sari memegang bagian belakang roknya
yang lebar. Sambil menundukkan kepala.
Dia lekas-lekas pulang agar tidak banyak orang tahu kondisi yang dialaminya.

Komentar
Posting Komentar