Antara Raudhah dan Aliante
Antara Raudhah dan Aliante
Oleh: Sriyatni
Kubuka lembaran 2024 dengan berada di Raudhah. Tepat pukul 24.00 saya berkesempatan memasuki Raudhah. Tempat terbaik di dunia untuk memanjatkan do’a. Raudhah terletak di Madinah, tepatnya di Masjid Nabawi. Raudhah tempat yang berada di antara rumah Aisyah RA istri Rasulullah (sekarang makam Nabi) dan mimbar. Raudhah sering disebut “Taman Surga” karena keistimewaannya yang dikaitkan langsung dengan hadits Nabi Muhammad SAW.
“Apa yang berada antara rumahku dan mimbarku merupakan salah satu taman dari taman-taman surga” Hadits Riwayat Bukhari Muslim. Begitu istimewanya Raudhah sehingga banyak umat muslim di dunia, ingin dan selalu rindu untuk berdoa di sana. Pengalaman spiritual luar biasa yang akan terkenang sepanjang hidup. Teriring doa, semoga Allah mengabulkan segala doa dan harapan.
Dalam rangkaian ibadah umroh tersebut Alhamdulillah, saya dipertemukan sahabat-sahabat terbaik. Saling menolong dikala suka dan duka. Serasa keluarga walaupun kami ada yang baru saja mengenalnya. Adapula kawan-kawan penulis dari Mediaguru yang melakukan perjalanan bersama. Prof. Tukiran dan keluarga, Bunda Nuraeni, Bu Fauziyah, Bu Endang, Pak Sriyono dan kawan-kawan lainnya.
Selain umroh kami juga berkesempatan jalan-jalan ke Turki melihat peradapan Islam moderat di sana. Kami bersama menyaksikan kejayaan Islam di Turki di masa lalu. Beribadah di masjid Hagia Shopia dan menikmati kuliner Turki yang asing di lidah kami. Sebelum pulang kami singgah di Mesir. Kami menyaksikan peradapan dunia yang sungguh takterbayangkan sebelumnya. Betapa susah pendahulu Mesir membangunnya. Piramida yang sangat banyak dan berukuran besar berdiri megah di gurun pasir. Gurun Sahara yang terluas di dunia dengan piramida dan spinx yang hanya terlihat dari gambar, bisa terlihat jelas. Subhanallah matur nuwun Gusti Allah yang sudah memberi kami keluasan rezeki. Berkeliling benua Asia, Eropa, dan Afrika yang takpernah terbayangkan sebelumnya.
Sepulang umroh ada kejutan luar biasa dari murid-murid. Mereka terlihat sekali sangat mengharapkan kehadiran saya. Mereka memeluk saya dengan erat, menangis dan bernyanyi selamat datang ketika melihat saya muncul di pintu. Hadiah coklat parcel mereka berikan, sederhana, buatan mereka bersama, namun mewakilkan rasa yang begitu dalam. Terharu hati saya, menjadi guru yang dirindukan.
Februari kami mendengar kabar baik dari Cak Sariban. Senat Universitas Negeri Surabaya ingin mengadakan bakti sosial. Prof. Yuwono ingin mengajak Ikatan Guru Penulis Tuban (IGPT) berkolaborasi untuk menambah pengetahuan dibidang kepenulisan. Taktanggung-tanggung Prof Yu (panggilan akrab Beliau) menggandeng Harian Kompas, Majalah Jaya Baya, Dosen Unesa dan Dosen ITS sebagai narasumber. Kami keluarga besar IGPT sangat berterimakasih, bangga dan bahagia mendapat ilmu kepenulisan langsung dari para pakarnya. Kegiatan workshop tersebut berlangsung di Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, dan dibuka oleh Ibu Rarin Suryani, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban. Semoga ilmu yang telah diberikan bermanfaat bagi diri kami khususnya dan rekan-rekan guru lain pada umumnya.
Bulan Maret saya berkesempatan mewakili guru SD kabupaten Tuban untuk belajar bersama BBGP tentang pembelajaran berdiferensiasi. Saya bertemu banyak teman-teman baru dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Kami belajar bersama, berdiskusi, dan saling memberikan inspirasi tentang praktik baik yang sudah dilakukan di daerahnya masing-masing. Mereka penuh energi dan semangat belajar yang tinggi. Kami dipandu widyaiswara dari BBGP untuk belajar secara mendalam, memahami keberagaman murid dan praktik baik pembelajaran berdiferensiasi, serta asesmen yang berpusat pada murid. Kami juga terpanggil kembali sebagai 10 peserta terbaik untuk menyusun modul pembelajaran berdiferensiasi bersama para widyaiswara BBGP Jawa Timur.
Takterasa waktu begitu cepat berlalu, Ramahan dan Idulfitri 1445 H, kami rayakan bersama. Anak-anak telah tumbuh menjadi remaja, adik Rafa diterima di pesantren Boarding School Al Izzah Batu. Alhamdulillah kami bersyukur, semoga dengan bekal ilmu agama dan ilmu umum yang cukup, anak kami dapat menjadi pribadi yang shaleh dan mudah meraih cita-citanya. Masih di bulan April kami berkesempatan berkunjung ke pulau Kalimantan. Perjalanan panjang, namun menyenangkan, berdua dengan abi mengunjungi kantor perwakilan. Tarakan, Nunukan, dan kami sempatkan singgah di Tawau Malaysia di rumah saudara.
Kehidupan harus berlanjut dengan kebermanfaatan terhadap sesama, itu yang selalu ada di hati saya. Bulan Mei kami menyelesaikan pendidikan Calon Pengajar Praktik, memberi materi di kombel, rapat-rapat persiapan jambore ranting pramuka kwartir ranting Plumpang menjadi bagian perjalanan hidup. Ketua Jambore Ranting 2024 di Bandungrejo, dengan segala suka dan duka saya jalani, Alhamdulillah semua berjalan lancar tanpa kendala.
Bulan Juni 2024, kami mendapat amanah dana bantuan dari Dirjen Pendidikan Dasar Jakarta, untuk TOT Kepenulisan kepada teman-teman anggota IGPT perwakilan dari 20 kecamatan di Kabupaten Tuban. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban tersebut berlangsung 2 hari. Kami bekerjasama dengan Rumah Virus Literasi (RVL) dan BBGP Provinsi Jawa Timur untuk permohonan tempat dan narasumber. Semua berjalan lancar dan sukses, berkat dukungan semua teman IGPT.
Saat liburan akhir tahun pelajaran, saya selaku pelatih berkesempatan menjadi bagian dari Kursus Mahir Dasar (KMD) guru SMA/SMK sekarisidenan Bojonegoro sebagai asisten pelatih. Saya banyak belajar dari kakak-kakak pelatih dan peserta tentang perjuangan dan semangat untuk menjadi pramuka yang lebih baik. Kesempatan belajar kembali terbuka setelah saya dan teman-teman dari berbagai jenjang terpanggil kembali mengikuti workshop pembelajaran berdiferensiasi sesi dua. Kami patut bangga dan berupaya memahami materi sebaik-baiknya agar dapat mengimbaskan ilmu yang kami peroleh kepada teman-teman guru di kabupaten Tuban.
Bulan kemerdekaan Indonesia Agustus bertepatan hari Pramuka saya menerima penghargaan dari bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, berupa lencana karya satya III atas dedikasi sebagai pembina pramuka selama 15 tahun terakhir. Masa ini pula kami berpisah dengan adik Rafa. Dia harus menjalani pendidikan di pesantren jauh dari rumah. Selamat berproses menuntut ilmu dunia dan akhirat Nak, semoga Allah memberi kemudahan dan kelancaran. Akhirnya kami setiap bulan PP Tuban-Batu untuk mengunjungi adik.
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar