Kasih Taksampai
Berkali-kali kupandang foto itu. Foto bocilku yang kini telah remaja. Sungguh cepat waktu berlalu. Kini dia jauh dari keluarga. Pergi menuntut ilmu di lereng gunung Paralayang. Nun jauh dan sepi, mondok untuk memperdalam ilmu agama. Sebagai bekal kelak saat dewasa. Mandiri mulai mengurus keperluan sekolah, mengaji, dan mengatur keuangan agar cukup sebulan.
Khawatir tentu, sebagai orangtua yang menjaga dan mengasuhnya sejak kecil. Tidak pernah terpisah, menyiapkan semua keperluannya. Sekarang dia jauh, apalagi terkabar sakit, tentu hati ini serasa ingin terbang segera. Dekat dengannya, merasakan kegalauan dan segala keluhannya. Namun, apadaya jarak jauh dan aturan pondok melarang untuk sekadar telpon. Hanya airmata dan rapalan do'a yang terpanjat. Semoga Allah memberi yang terbaik untuknya.
Ketika anak mondok, orangtua juga harus mondok. Itu yang selalu ditekankan ustadnya. Artinya apa pun yang terjadi di pondok orangtua harus ikhlas dan percaya pada pengasuhan di pondok. Tentu para Ustadz akan memberikan yang terbaik pula untuk mereka. Kasih tak harus mendekat dan memeluknya, mendengar suaranya dan terkabar dia sehat hati sudah berbunga-bunga. Selamat berproses anakku, kasih ibu akan selalu tersampaikan lewat untaian do'a.

Komentar
Posting Komentar