OTWE Langsing


 Otewe langsung! 

Itu pekataanku dua bulan lalu. Cerita ini bermula setahun yang lalu, tepatnya di bulan Agustus. Setelah ikut lomba gerak jalan memeriahkan HUT RI ke-78. Aku ikut grup barisan dharma wanita persatuan kordikcam Plumpang. Setelah berjalan kurang lebih 5 km, aku merasakan kakiku berat. Mau pingsan rasanya. Tubuhku terasa oleng ketika sampai di garis finish. 

Aku langsung minta minum teman guru yang telah lebih dulu sampai. Alhamdulillah lebih segar rasanya. Aku juga minta diantar sampai tempat aku memarkir motor.  Setahun berlalu, rasanya kok belum hilang ya? Pikirku. Ada sedikit benjolan di betis sebelah kiri. Kadang rasanya sakit sampai ke bagian  belakang tubuh. Aku jadi ingat, dulu pernah jatuh dari motor. Setiap terasa sakit setahun terakhir aku terus mengunjungi tukang terapi langganan. Sakitnya akhirnya berkurang, tapi kadang muncul tiba-tiba. Gerakan salat kadang jadi kurang sempurna, ketika duduk iftirosy dan duduk tawaruk. 

Setahun terakhir aku juga merasakan, kegiatan kedinasan dan komunitas yang padat. Malam hari pun kadang masih menyelesaikan tugas. Ditambah wara-wiri Tuban-Plumpang setiap hari. Pekerjaan rumah yang menumpuk yang juga butuh sentuhan. Aku mungkin terlalu percaya diri menyelesaikan semua sendiri. Ditambah hobi baru bekerja di sawah. Ini menurutku sangat menyenangkan. Takpernah kurasakan lelah. 

Puncaknya Juni 2024, ketika di tengah kesibukan semua harus berhenti. Ibu sakit dan butuh perhatian ekstra. Aku harus pulang kembali ke Plumpang. Anakku di SMA 1  Tuban harus wara-wiri mbajak. Mas Rafa di pesantren melanjutkan di SMA Al Izzah Batu. Kakiku yang dulu sakit, terasa sakitnya hebat. Setiap hari harus terapi dan ke dokter. Dokter menyarankan harus langsing. Berat badanku harus turun 10 kg jika ingin kakiku tidak sakit lagi. Aku dilarang makan yang berbahan dasar tepung dan gula. Juga mengurangi makan nasi. Harus mengganti makan buah dan sayur. 

Kadang kalau terasa sakitnya aku nurut. Perintah dokter kujalani. Namun, Kadang-kadang pelanggaran juga terjadi. Makan apa saja yang dihidangkan. Wah, susah langsing kalau seperti ini, pikirku. Apa pun itu aku sudah berusaha, memberi yang terbaik untuk tubuhku. Otewe langsing kalau bisa, kalau pun belum langsing, yaa... Maafkan aku pemirsa. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Praktisi Mengajar

Liburan Ala Anpon