Pembelajaran Berdiferensiasi
Pembelajaran Berdiferensiasi
Oleh: Sriyatni, M.Pd.
Hari Senin 18 Maret sampai Jumat 22 Maret 2024 bertempat di Hotel Aria Centra S, Jl. Taman AIS Nasution No.37, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur 60271, kami para guru berkumpul. Kami diundang oleh Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Timur untuk dilatih tentang Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Asesmen yang Berpusat pada Murid berbasis kurikulum Merdeka. Sebanyak 190 peserta dari 1 orang di masing-masing jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, dan SLB perwakilan 38 kabupaten/kota di Jawa Timur hadir. Namun hingga upacara pembukaan dimulai pukul 14.00 WIB, hanya 50% peserta yang hadir. Hingga hari kedua mereka yang belum hadir baru mulai berdatangan. Rata-rata mereka baru mengetahui adanya undangan setelah kegiatan dimulai. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan mereka yang baru hadir bisa langsung beradaptasi.
Apa sebenarnya pembelajaran berdiferensiasi dan bagaimana penerapanya kepada peserta didik akan saya ulas sejenak dalam tulisan ini, berdasarkan penjelasan narasumber kami, Ibu Istiqomah dan Bapak Muhajir dari BBGP Jawa Timur yang mengampu jenjang SD. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan suasana pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan peserta didik, dengan tetap memberikan hak pendidikan yang sama untuk semua peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan perbedaan setiap individu yang beragam.
Dengan pembelajaran berdiferensi yang fleksibel maka peserta didik dapat mengembangkan potensi sesuai dengan minat dan bakatnya karena peserta didik dapat mengikuti pembelajaran sesuai dengan kebutuhannya yang unik. Mereka dapat menentukan apa, kapan, di mana, dan bagaimana ia akan memelajari materi-materi yang akan dibahas. Peserta didik belajar bertanggungjawab atas materi pembelajaran yang sudah dipilihnya. Iklim belajar akan menjadi kondusif dan menyenangkan karena peserta didik mengerjakan tugas sesuai dengan minat dan pilihannya. Guru dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik karena ia sudah mengerti karakteristik peserta didik di kelasnya dengan lebih baik karena sudah melakukan asesmen awal. Guru tidak mengalami kesulitan untuk memotivasi para peserta didiknya dalam pembelajaran karena semua yang dikerjakan oleh mereka sesuai dengan kebutuhan dan kemauan mereka. Sekolah akan terbantu mendapatkan peserta didik baru pada setiap awal tahun pelajaran karena para peserta didik mengetahui adanya kebebasan untuk menentukan program mereka sendiri tanpa beban paksaan.
Menurut Breaux dan Magee, 2010; Fox & Hoffman, 2011; Tomlinson, 2017(diambil dari bahan bacaaan pelatihan) Pembelajaran berdiferensiasi merupakan satu cara untuk guru memenuhi kebutuhan setiap peserta didik karena pembelajaran berdiferensiasi adalah proses belajar mengajar dimana peserta didik dapat mempelajari materi pelajaran sesuai dengan kemampuan, apa yang disukai, dan kebutuhannya masing-masing sehingga mereka tidak frustasi dan merasa gagal dalam pengalaman belajarnya.
Dalam pembelajaran berdiferensiasi, guru harus memahami dan menyadari bahwa tidak ada hanya satu cara, metode, strategi yang dilakukan dalam mempelajari suatu bahan pelajaran. Guru perlu menyusun bahan pelajaran, kegiatan-kegiatan, tugas-tugas harian baik yang dikerjakan di kelas maupun yang di rumah, dan asesmen akhir sesuai dengan kesiapan peserta didik-peserta didik dalam mempelajari bahan pelajaran tersebut, minat atau hal apa yang disukai peserta didik. Pembelajaran diferensiasi meliputi diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Tidak semua pembelajaran harus berdifernsiasi, hanya pembelajaran tertentu yang memang membutuhkan perbedaan. Di antara diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar tidak semua diterapkan dalam pembelajaran cukup satu atau dua sesuai kebutuhan, lanjut Bu Istiqomah.
Salam Lega dan Bahagia.
Surabaya, 20 Maret 2024


Wah ada foto sya buk e hehehe
BalasHapus